Ketagihan

Tahun 1992, seorang pengusaha muda mati di rumah seorang artis terkenal Sejak peristiwa itulah maka ceritera tentang penyalah gunaan narkotika, alkohol dan zat adiktif lainnya yang kemudian disebut NAZA mencuat ke permukaan. Dan sekarang, tahun 2003 rupanya bukan cuma ceritera, akan tetapi telah membawa banyak korban, tidak hanya remaja, tetapi juga ada orang dewasa muda dan bahkan anak-anak desa.. Yang memprihatinkan adalah bahwa korbannya justru mereka yang sedang dalam usia produktif yang merupakan sumber daya manusia atau aset bangsa.

Mengapa bisa marak seperti itu inilah yang menjadi pertanyaan yang tidak habis-habisnya oleh pelbagai kalangan. Ada pertanyaan yang hanya sekedar bertanya dan ada pula pertanyaan yang kemudian berlanjut menjadi sebuah penelitian.Dadang Hawari misalnya, pada tahun 1990 membuktikan bahwa penyalahgunaan Naza menimbulkan dampak antara lain, merusak hubungan kekeluargaan menurunkan kemampuan belajar, ketidak mampuan untuk membedakan mana yang baik dan buruk, perubahan perilaku menjadi anti soial, merosotnya produktivitas kerja, gangguan kesehatan, mempertinggi kecelakaan lalulintas, kriminalitas dan tindak kekerasan lainnya baik kuantitatif maupun kualitatif.

Bermula dari coba-coba kemudian menjadi ketagihan, begitulah kasus yang seringkali dijumpai dalam kehidupan. Dari ketagihan menjadi ketergantungan dan sebaliknya dari ketergantungan menjadi ketagihan. Ketagihan dan ketergantungan adalah dua sifat yang bisa membawa sengsara dan malapetaka. Selain ketagihan ada istilah populer yang biasa digunakan orang yaitu kecanduan. Ketagihan atau kecanduan bisa terhadap apa saja sedangkan ketergantungan biasanya konotasinya pada obat.

Ketagihan adalah perasaan ingin yang sangat keras sehingga mencari sesuatu yang sangat diinginkan itu: ketagihan rokok, ketagihan narkotika, ketagihan menonton film biru, blue film dsb. Ketergantungan obat merupakan salah satu bahaya potensial dunia masa kini Ketergantungan obat ialah suatu keadaan dengan dorongan yang kuat untuk memakai obat itu tanpa alasan medik. Untuk mendiagnosa keadaan ini perlu adanya bukti penggunaan dan kebutuhan yang terus menerus.

Ketagihan dan ketergantungan tidaklah begitu menjadi masalah kalau sesuatu yang diinginkannya itu ada dan tersedia serta tidak membahayakan diri sendiri dan merugikan orang, akan tetapi menjadi masalah besar bila sesuatu yang diharapkan itu tidak ada dan mendatangkan bahaya pula. Sebab orang yang terdesak akan melakukan apa saja asal keinginannya tercapai, tidak peduli sangat riskan mendatangkan bahaya besar pada diri atau orang lain.

Teman atau kawan adalah sarana yang mudah mengenalkan kebiasaan dan budaya. Seseorang yang lemah kepribadiannya akan mudah mengikuti apa kata temannya dan biasanya kebiasaan yang jeleklah yang lebih mudah ditularkan. Hanya orang yang hebat kepribadiannya saja yang tidak akan mudah terpengaruh begitu saja pada kawannya, karena sensor keimannya akan menunjukkan mana perlu diikuti dan mana yang mesti dijauhi.

Sensor iman mengajarkan pandai-pandai dalam memilih teman. ajaran Akhlaq memberikan perumpamaan kepada kita tentang berteman dengan orang yang shalih dan teman yang amburadul Rasulullah SAW bersabda :

Teman pendamping yang sholih adalah ibarat penjual minyak wangi. Bila ia tidak memberimu minyak wangi, kamu akan kebagian keharumannya. Sedangkan kawan pendamping yang buruk ialah ibarat tukang pandai besi. Bila kamu tidak terjilat apinya, kamu pasti akan terkena atau kebagian bau asapnya ยป.(HR.Imam Bukhari dari Abu Musa)

Catatan :

Ketagihan adalah perasaan ingin yang sangat keras sehingga mencari sesuatu yang sangat diinginkan itu: ketagihan rokok, ketagihan narkotika, ketagihan mennton film biru, blue film dsb.

Ketergantungan obat merupakan salah satu bahaya potensial dunia masa kini Ketergantungan obat ialah suatu keadaan dengan dorongan yang kuat untuk memakai obat itu tanpa alasan medik. Untuk mendiagnosa keadaan inimperlu adanya bukti penggunaan dan kebutuhan yang terus menerus.

Perlu dibedakan arti beberapa istilah, yaitu ketagihan (adiksi), penyalah-manfaatan (misuse), penyalah-gunaan (abuse), ketergantungan psikologik, kepembiasaan (habituation), ketergantungan fisik, gejala lepas obat (abstinensi) dan toleransi. (WE.Maramis, hal. 337). Sebab-musabab ketergantungan obat, secara holistik dapat dicari dalam kepribadian, sosio budaya dan badaniah, yang mengadakan interaksi yang komplek sehingga menimbulkan gangguan. (hal.337)

Obat dapat juga dipergunakan sebagai alat untuk memelihara hubungan pasien-dokter, sebagaijembatan dalam hubungan pasien dan dokter supaya hubungan ini tidak terputus. Tetapi kita jangan lupa bahwa ada kemungkinan terjadinya ketergantungan obat (drug dependency), dan bahwa pasien atau orang lain yang harus membayarnya. (WE. Maramis, hal.458)

Ayat-ayat Al-Quran :

Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah : Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya. (Q, 2, Al-Baqarah, 219)

Susungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di anatara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah dan shalat, maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu) (Q, 5, Al-Maidah, 91)

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamar, berjudi berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan, (Q, 5, Al-Maidah, 90)