Godaan

“Mamah, do’akan saja mudah-mudahan nanti Andi bisa mencari ilmu, kuliah di Bandung dengan lancar di bawah naungan ridha Allah SWT.” Begitulah pinta Andi yang punya cita-cita tinggi kepada orang tuanya. Apakah orang tuanya segera mengiyakan?

Emosi

“Kendalikan emosimu, gunakan akal sehat dan bersabarlah. Tuhan akan bersamamu!”. Begitulah nasehat yang seringkali kita dengar dari orang bijak. Memang benar sekali fatwa itu sebab orang yang emosional adalah orang yang tidak sabaran dan sebaliknya mereka yang tidak sabaran dapat dikatakan sebagai orang yang tidak mampu mengendalikan berbagai macam keinginan.

Hadiah

Ny. Cicih mengurungkan niatnya untuk sekedar meluruskan badan di tempat tidur begitu mendengar berita bahwa Budi, anak ketiganya, masih belum juga pulang, jam 4 sore hari itu. Segera saja ingatannya melayang pada kejadian seminggu yang lalu, ketika Budi yang biasa berjualan asongan diciduk petugas gara-gara ia tergiur ikut ngamen bersama teman-temannya. Ujung-ujungnya, saat Ny. Cicih berniat membawa pulang sang anak, ia dimintai sejumlah uang oleh petugas gadungan yang menertibkan anaknya.

Janji

Pertemuan itu penting dan hangat, namun karena waktunya pendek Pak Ketua memotong pembicaraan, “maaf bagaimana kalau nanti saja kita lanjutkan hari Senin lusa di sini pukul 08.00WIB.” Hadi menjawab dengan ringan, “Insya Allah”. Itulah sebuah kata-kata ringan yang biasa kita dengar dalaam keseharian dan nampaknya ucapan tersebut sudah lazim digunakan banyak orang. muslim atau bukan muslim. Kelihatannya juga sudah menjadi reflek dalam pembicaraan, sebagai janji yang sekedar janji alias hanya bumbu penyedap sebuah komunikasi, ataukah janji “beneran”.

Kreatifitas

"Adi, kenapa mobil-mobilannya dirusak nak?” teriak Bu Ana pada anaknya yang baru berusia empat tahun. Wajar si ibu kaget. Pasalnya, kemarin anak itu merengek-rengek minta dibelikan mobil-mobilan. Tapi belum genap sehari, mainan itu sudah berantakan karena dipereteli.
Anak agresif dan "perusak", adalah bagian dari fenomena kehidupan keluarga yang tak jarang dihadapi orang tua. Banyak orangtua yang mengeluhkan, bahwa anak-anak mereka sering merusak segala barang atau mainan yang dimilikinya. Bagi orangtua yang tak sabar, mereka biasanya langsung mencaci, menghukum, atau main pukul.

Konflik Integritas

Sebut saja Mr.Garuda, begitulah mengikuti gaya Amin Rais ketika menyebut nama orang penting. Garuda, seorang pejabat tinggi lembaga pemerintah di negeri yang sedang ruwet, sedang mengalami perang batin yang dahsyat. Di kala ia dan instansi yang dipimpinnya sedang giat-giatnya memerangi bahaya narkoba, salah seorang anak laki-lakinya tertangkap basah dalam sebuah pesta putaw di sebuah hotel berbintang.

Pede

Zaman memang sudah berubah, MM - itu kata iklan. Rupanya masalah ketidak ‘pede’ an sudah merambah kemana-mana, tidak hanya orang awam saja yang terkena ‘wabah’ tetapi para mahasiswa pun sudah terjangkiti. Di ruang kuliah, entah mengapa, para mahasiswa lebih enjoy duduk di bagian belakang sementara kursi di deretan depan selalu kelihatan kosong, padahal Pak Dosen atau Bu Dosen selalu ‘berteriak-teriak’ sebelum kuliah dimulai. Mungkin saja pantas kalau mahasiswa berbuat begitu sebab para dosennya pun tidak berbeda.

Nama

Kalau di Mekah ada Masjid Jin, di Bandung tidak jauh dari pusat ‘Jin’ Cihampelas ada masjid yang bernama Mungsolkanas. Suatu nama yang tidak lazim, mengingat kebanyakan masjid umumnya diberi nama berbahasa Arab, biasanya berawalan al, atau mengambil nama tokoh-tokoh muslim. Sejarahnya, para jin yang terkesima mendengarkan Al-Qur’an bersepakat (berbaiat) mengakui kerasulan Muhammad SAW. (Q, 72, Al-Jin, 1-2). Masjid yang dibangun di tempat turunnya ayat tersebut, kemudian dinamai Masjid Jin.

Madu

Bagaikan petikan syair lagunya Arie Wibowo, “Madu di tangan kananku racun ditangan kiriku,” setiap manusia selalu dihadapkan pada dua pilihan, baik dan buruk, menyenangkan dan tidak menyenangkan. Menyenangkan ibarat madu dan tidak menyenangkan bagaikan racun. Racun merupakan bahan yang membahayakan dan bisa membawa kepada kematian sedangkan madu adalah minuman berkhasiat lagi berenergi tinggi yang “diproduksi” oleh lebah yang asal usulnya dari bunga-bungaan. Minuman yang binatang penghasilnya diabadikan sebagai nama salah satu surat dalam Al-Qur’an, ‘An-Nahl’, itu memiliki banyak manfaat.

Oposisi

Kemajemukan adalah suatu yang niscaya, demikian pula halnya pada manusia dan kehidupannya. Rambut bisa sama-sama hitam tetapi pikiran orang jelas berbeda. Sejak dari awal Tuhan menjadikan laki-laki dan perempuan dan kemudian berkembang biak menjadi banyak dan amat banyak, bersuku-suku dan berbangsa-bangsa. Semuanya itu dimaksudkan untuk bantu membantu dan tolong menolong sesamanya, bukan beroposisi berhadap-hadapan saling ‘mengadu kekuatan’ seperti demonstrasi yang seringkali terjadi akhir-akhir ini.

Pages

Subscribe to Mustafid Amna RSS