Batas

Beberapa minggu yang lalu Harian Umum Pikiran Rakyat menyoroti fenomena Crayon Sinchan, tokoh anak-anak rekaan pengarang Jepang yang keusilan dan kesablengannya disuguhkan dalam bentuk komik. Akibatnya bacaan (yang kemudian difilmkan dan ditayangkan salah satu stasiun televisi kita) yang seharusnya dikonsumsi remaja ini kemudian menjadi makanan anak-anak juga.

Bahasa

Manusia adalah makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial ia tidak bisa hidup sendiri, pasti memerlukan orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari manusia saling berinteraksi satu dengan lainnya. Ketika mereka berinteraksi manusia menggunakan bahasa, baik bahasa dalam bentuk verbal (kata-kata) maupun non verbal atau yang seringkali disebut dengan bahasa tingkah laku atau bahasa isyarat, body language. Bahasa verbal bermacam-macam ragamnya, hampir tiap-tiap suku memilikinya.

Simpati, Peduli

Rasul menyuruh kita mengasihi orang miskin, Rasul menyuruh kita menyantuni anak yatim...

Itulah sebuah lirik karya Taufiq Ismail yang didendangkan Bimbo. Sebuah himbauan agar kita semua mengasihi fakir miskin dan menyantuni anak yatim.

Dorongan Berkompetisi

Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan sorga yang batas teretorialnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasulNya. Itulah karunia Allah, diberikannNya kepada siapa yang dikehendakiNya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar
(Q, 57, Al-Hadid, 21 Md.)

Kompetisi merupakan salah satu dari dorongan-dorongan psikis yang dipeljari seseorang dari kebudayaan di mana ia hidup. Pendidikan yang diterimanya mengantarkannya pada aspek-aspek di mana kompetisi dipandang baik, demi kemajuan dan perkembangannya dan sesuai dengan nilai-nilai yang dipegangi oleh masyarakat di mana seseorang itu hidup.

Insan

Sesungguhnya manusia diciptakan mempunyai sifat keluh kesah lagi kikir. Bila mereka mendapatkan kesulitan ia berkeluh kesah. Dan sebalikmya ketika memperoleh kebaikan mereka menjadi kikir...
(Q, 70, Al-Ma’arij, 19, Md.)

Al-Qur’an menyebut manusia dengan berbagai sebutan, an-nās, insan, basyar dan bani adam. Menurut Syekh Muhammad Fuad Abd Baqi dalam "Al-Mu'jam Al-Mufahras" nya, kata an-nas disebut 240 kali, Al-Insan – insun 83 kali, basyar 26 kali dan bani Adam 4 kali. Tentu ada maksud dan tujuannya mengapa Allah SWT menggunakan istilah yang berbeda-beda untuk menyebut manusia.

Singgasana Allah

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Maha Hidup dan Yang Maha Kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya segala apa yang ada di langit dan bumi. Tiada dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan dan di belakang mereka. Meraka tidak tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Singgasana Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar
(Q, 2, Al-Baqarah, 255, Md.)

Surat ke 2, Al-Baqarah, 255 ini mashur dikenal dengan nama Ayat Kursi. Dinamakan demikian karena ayat tersebut membicarakan tentang Singgasana Allah dan menjelaskan sebagian dari sifat-sifat-Nya. Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan selain Dia, hanya Dia lah yang berhak disembah.

Tanggung Jawab

... Bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya) Kemudian akan diberikan balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna...
(Q, 53, An-Najm, 38-41)

Masih tentang hari Kiamat. Pada hari kiamat setiap orang harus mempertanggung jawaban setiap perbuatan yang pernah dilakukannya ketika di dunia.

Pages

Subscribe to Mustafid Amna RSS